Muhammad ya Muhammad

•July 2, 2008 • Leave a Comment

muhammadSejarah Muhammad adalah sejarah yang paling terwakili oleh analogi kemilau berlian. Dari sisi apapun kita menyorotnya, ia akan memancarkan pesona dahsyat yang mengundang decak kagum. Sepanjang obyektifitas menyertai, tidak ada satupun manusia yang tidak sepakat bahwa ialah prototype manusia unggul yang senantiasa melampaui batas dalam berbagai bidang sentuhnya. Dimana lagi kita akan mendapati anak yatim yang sejak usia 8 tahun telah memutuskan mandiri menggembala agar tidak menjadi beban? Siapa bocah usia 12 tahun yang telah menempuh perjalanan bisnis skala internasional? Adakah belia lain yang dipercaya oleh klannya untuk memimpin perang pada usia 16 tahun? Dan, bukankah ia juga yang pada usia 21 tahun mendamaikan klan-klan yang hampir menumpahkan darah hanya karena perkara memindahkan Hajar Aswad? Pengalaman bisnis, militer, dan politik, itulah yang direguk oleh Muhammad. Ia selalu memulai prestasi lebih awal. Tapi ia juga mengakhiri lebih lama. Bukankah Rasul memimpin perang kaum muslimin pada usia 53 tahun, saat justru begitu banyak manusia di zaman ini sedang mulai memasuki masa usia non-produktifnya? Maka maha benarlah Allah ketika mengakaruniakan keteladanan lewat sosoknya. Laqod kaana lakum fii rasulillah uswatun hasanah…

Yang akan kita temukan kemudian adalah fakta bahwa betapapun kita mencoba, Walloohi, sampai kiamat tidak akan pernah hadir sosok lain setara Muhammad. Kita mungkin akan menemukan banyak manusia unggul di zaman ini. Tapi pasti tidak ada yang sekualitas Muhammad. Pasti tidak ada yang selengkap Muhammad. Pasti tidak ada yang sebanding dengan Muhammad. Ya, betapapun kita mencoba.

Namun sisi lain dari sejarah Muhammad adalah juga sejarah tentang pewarisan. Maka keunggulan multidimensi sang Rasul terwarisi oleh beberapa sahabat utamanya. Mereka tidak persis seperti Muhammad, tapi mereka memiliki bagian dari diri Muhammad. Merekalah yang kita kenal sebagai sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga ( Al asyr mubasysyiriina bil jannah ). Empat diantaranya adalah mereka yang kita kenal kelak sebagai khulafaur rasyidin.

Siddhiq adalah salah satu karakter menonjol Muhammad. tapi yang memperoleh kehormatan menyandingkan gelar ini bersama namanya adalah Abu Bakar. Ia selalu terdepan dalam segala hal. Maka ia menjadi yang paling utama. Muhammad adalah sosok yang tegas dalam bersikap, tapi Umarlah yang paling mampu mewakili sifat ini. “ siapa yang ingin istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim, temuilah Umar!”, begitu tantangannya pada musyrikin Mekkah yang tak henti melancarkan intimidasi bagi kaum muslimin. Muhammad juga sosok pemalu, tapi Usmanlah yang paling mengerti bagaimana realisasinya. Sampai sang rasul melipatgandakan kesantunan di hadapannya. Muhammad tak dipungkiri lagi sangatlah cerdas, tapi Alilah yang yang paling dalam menekuni sisi ini. Berapa banyak untaian mutiara hikmah penggugah jiwa yang meluncur lewat lisan Ali? Sang rasul menyampaikan seuntai apresiasinya lewat kalimat “ Ana madinatul ilmi wa Ali baabuhaa” , “Aku adalah kota ilmu dan Alilah gerbangnya.” Tidak adakah sahabat lain yang mewarisi sifat-sifat Muhammad? Banyak, tapi empat orang inilah yang paling menonjol dari semuanya. Skala mereka bukan lagi lokal, regional atau bahkan nasional. Mereka adalah manusia dengan kualitas skala internasional. Buktinya, mereka semua menjelma menjadi negarawan.

Yang harus dicermati, keunikan yang membuat mereka istimewa tadi tidaklah berdiri sendiri. Keunikan itu menjadi diferensiasi. Sesuatu yang membuat kita dengan mudah mengenali titik keunggulan mereka. Tetapi ia bagaikan puncak dari gunung es. Ada bangunan besar karakter lain yang tersimpan rapi dalam keseluruhan struktur jiwa mereka. Bangunan inilah yang pada suatu waktu dapat muncul dalam beragam ekspresi.

Bangunan inilah yang akhirnya menciptakan keseimbangan jiwa dan menghantar pada keagungan.

Sifat shiddiq Abu Bakar tampak didominasi oleh kelembutannya. Namun ia mampu bersikap tegas saat harus menghadapi para penentang zakat. Umar sangat tegas dan keras. Temperamental bahkan. Tapi hatinya menjadi lembut saat harus mengenang dosa-dosanya. Usman sangat pemalu. Tapi itu tidak berarti ia menjadi lambat dan miskin inisiatif. Saat paceklik melanda dan terjadi inflasi yang mencekik rakyat, ia tampil pertama mendermakan hartanya. Ali adalah sosok cerdas dalam pemikiran. Tapi di medan jihad iapun menjadi andalan. Ia pemikir sejati sekaligus petarung mumpuni.

Alangkah sia-sia bila pribadi agung ini lewat begitu saja dalam pentas sejarah tanpa kesan kuat yang menancap dalam benak kita. Decak kagum itu perlu. Tapi belum cukup. Necessary but not sufficient. Pertanyaanya adalah, diantara kesekian karakter mereka, yang manakah kecenderungan anda? Karena pertanyaan ini akan menghantarkan kita pada sebuah argumentasi solid, bahwa seperti apapun karakter dominan yang dimiliki seseorang, sama sekali tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat akselerasi. Tidak menjadi alasan untuk tidak berprestasi. Tidak menjadi alasan untuk menyerah berkontribusi.

Jika anda adalah seorang lembut dengan orientasi kuat pada integritas pribadi, jadilah Abu Bakar. Jika anda keras dan lugas dalam bersikap, belajarlah menjadi Umar yang juga bisa lembut. Jika anda pemalu seperti Usman, tidak berarti ada ruang bagi kemalasan dan klemar-klemer tanpa inisiatif. Jika anda pemikir cerdas seperti Ali, turunlah dari menara gading itu dan tunjukkan ketangkasan anda di medan realita.

Allah SWT menciptakan kita dengan beragam karakter bukan untuk membuat yang satu bergerak maju dan yang lain tetap terbelakang. Karakter adalah bekal keunikan yang dihadiahkan Allah, maka galilah, kembangkan dan manfaatkan. Jadi sekali lagi, yang manakah anda? Abu Bakar? Umar? Usman? atau Ali? Atau sahabat lainnya? Apapun jawabannya, percayalah, anda pahlawan yang sedang kita nantikan. Anda hanya harus segera memulai dan terus melangkah.

Globalisasi

•June 27, 2008 • Leave a Comment

Globalisasi telah melaju tanpa lagi dapat dibendung. Ia hadir tanpa permisi saat mungkin kita sedang bercanda dengan keluarga, memejamkan mata dalam lelah, atau sekedar menyandarkan tubuh tuk melepas penat. Ia ketuk pintu ruang privat dan tiba-tiba telah berada di tengah-tengah kita, tanpa perlu meminta persetujuan untuk masuk. Dan itulah hebatnya ia, rela ataupun tak rela, lebih sering kita tak kuasa untuk menolak kehadiran serta hidangan yang disajikannya. Ia tampilkan wajahnya bak tamu yang ramah meski dibelakang punggung menyimpan sejuta senjata khas para imperialis agressor.

Saat kita melayani ramah tutur katanya, sangat mungkin muka keduanya sedang menanamkan benih-benih virus baru kepada orang-orang sekitar kita. Ia janjikan hidup yang lebih baik tanpa pernah bertanya pada kita apa sebenarnya definisi hidup yang lebih baik itu. Dan kitapun memilih untuk sepakat dengan definisi yang ditawarkan tanpa serius memberi catatan. Terciptalah dua kutub ekstrim dari si penghuni rumah. Mereka yang menerima bulat-bulat, dan mereka yang menolak mentah-mentah.

Kutub pertama memperoleh akses yang memampukan dirinya mencicipi fasilitas yang menggiurkan.Tak lagi ia peduli dengan kesejatian dirinya selama lidah yang menjulur selalu disambut dengan lambaian tulang kemasan terbaru. Tak lagi ia ingat kisah Qur’an tentang si Bal’am pengikut Musa, yang semula sarat dengan keagungan spiritualitas lantas terjerembab dalam petaka abadi karena perilaku yang serupa. Qur’an menyebutkan kata kuncinya:” Akhlada ilal ardh wattaba’a hawaahu” Tunduk pada bujuk rayu dunia dan mentaati gravitasi syahwat diatas segalanya.

Hebatnya, globalisasi juga menyediakan rasionalisasi yang melimpah ruah sebagai tamengnya. Maka terlontarlah kalimat liberalisasi pemahaman, pembaharuan agama, doktrin inklusif bahkan-yang lebih berani- ijtihad kontemporer. Sangat mungkin apabila Sayyidina Ali hidup di zaman ini, akan ia ulangi kembali predikat yang disematkannya pada kaum Khawarij:” Kalimat haq untuk tujuan bathil”.

Kutub kedua menampilkan wajah yang seolah menjunjung tinggi jati diri. Ia tolak segala sesuatu yang tak dikenal pada masa pendahulunya dan menawarkan paket “hidup dimasa kini dengan pola pikir masa lalu”.Globalisasi menjadi musuh besar yang digarangi tanpa tahu ia justru telah termakan oleh senjata yang lain. Kemunduran, stagnasi, dan semangat menisbikan saudara sendiri adalah beberapa diantaranya. Bendera orisinalitas dikibarkan tanpa peduli peluru yang dimuntahkannya jauh lebih dominan terarah pada saudaranya pengibar bendera yang sama. Jika kutub pertama memilih merenovasi rumah tanpa terlihat lagi bentuk asli maupun fungsinya, maka kutub ini adalah pemuja fungsi tanpa mau mawas bahwa bentuk maupun konstruksinya menunjukkan tanda-tanda akan roboh, yang pada saatnya akan membahayakan keberlangsungan fungsi rumah sebagai tempat berteduh yang lapang.

Maka terjepitlah para penjaga orisinalitas sejati di tengah dua kutub itu. Ia buka dirinya untuk menyantap hidangan sang tamu globalisasi, sambil memastikan supaya yang terserap hanya gizi bukan kandungan racun perusak metabolisme. Ia bersantap dengan lahap tapi tahu mana yang harus dibuang dan kapan berhenti, semata untuk tetap fit dan terjaga dari obesitas. Saat yang sama ia harus menampilkan kesantunan kepada saudaranya para produsen hujatan yang seolah tak pernah sepi order. Seringkali hujatan yang melayang tak lagi layak ditanggapi dengan kesantunan, tapi ia tetap menjaga diri agar tidak berderajat sama dengan sang penghujat. Ia jawab serangan demi serangan dengan merujuk pada rujukan yang disepakati: para salafus sholih. “ Laa tukadzibuhu jamii’a wa laa tushahhihuhu jamii’a.” Tidak menolak ataupun menerima secara membabi buta segala sesuatu yang datang dari luar. Tapi nampaknya ia harus sekali lagi menelan pil pahit, karena meski dengan text book yang sama, para penghujat masih juga berbeda membacanya. “Tukadzibuhu jamii’a wa la tushahihuhu jamii’a.” Tolak dan tidak terima segala sesuatu yang berasal dari luar!

HOREE…LULUS…

•June 23, 2008 • Leave a Comment

Alhamdulillah …, Waduh senangnya ya kalo sobat-sobat muda lulus semua, jangan lupa bersyukur kepada Sang Pencipta Alloh SWT, bukan corat-coret baju , muka, tembok orang lain yang sifatnya Vandalis . Kan kasihan dengan sobat muda yang gak lulus, mungkin karena gak mujur walaupun sama semangatnya untuk belajar. Terkecuali bagi gak belajar alias nunggu wangsit datang ha…ha.. ampyun deh hari gini masih ada aja. Anggap saja keberhasilan yang tertunda dan jangan pantang menyerah ok jack.

Ingat para pemimpin dunia, pengusaha sukses, itu juga pernah mengalami yang namanya kegagalan, Jadi don’t worry masih ada hari esok yang lebih baik. Asalkan kita mau untuk berusaha serta mau untuk mencoba dan mencoba lagi. Ok sobat-sobat muda, TETAP SEMANGAT.

INFO PSB 2008

•June 22, 2008 • 2 Comments

Sekolah Dilarang Melakukan Pungutan

Sekolah dilarang melakukan pungutan terhadap orangtua siswa terkait penerimaan siswa baru (PSB) untuk SMA/SMK negeri di Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, semua pembiayaan PSB sudah ditanggung oleh Pemda.


“Saat proses penerimaan siswa baru, sekolah dilarang bicara soal biaya,” kata Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta Margani M Mustar di sela-sela sosialisasi PSB Real Time Online yang digelar di SMA Angkasa 2 Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (19/6).

Margani menambahkan, jika ada sekolah yang melakukan pungutan, bisa langsung dilaporkan ke rayon, suku dinas, atau Dinas Dikmenti. “Kita akan tindak lanjuti setiap laporan yang masuk,” ujarnya.

Sumber : Berita DIKMENTI

PSB Online Dikmenti Untuk Hindari Kecurangan

OkDinas Pedidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta tetap akan menggunakan sistem online dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ini. “Sistem online yang sudah berjalan 4 tahun ini, diwajibkan para siswa mendaftar melalui website PSB Dikmenti DKI Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu juga untuk memperkecil kemungkinan terjadinya ”kecurangan”, ungkap Margani M Mustar kepada berita8.com, Sabtu (17/5).


Prosedur pertama setiap SMA/SMK Negeri sudah ada panitia pendaftaran penerimaan siswa baru pada sekolah . Calon siswa dan orang tua murid dapat mendaftar ke SMA/SMK Negeri yang ditunjuk oleh Dikmenti menjadi tempat pendaftaran.

Jadi tidak harus mendaftar langsung ke SMA/SMK yang dituju dan mengisi formulir pendaftaran gratis dan di dalam formulir tersebut harus diisi lima sekolah yang akan dituju untuk SMA dan 3 sekolah untuk SMK.

Selanjutnya formulir pendaftaran PSB diserahkan ke panitia dengan dilampirkan Surat Tanda Lulus (STL) asli untuk SMA dan STL asli serta surat keterangan dokter untuk SMK.


Sedangkan untuk siswa diluar Jakarta akan mendapatkan kuwota kursi yang akan diperebutkan nantinya. Sistem PSB Online ini adalah untuk menghindari kecurangan dan langsung bisa diakses secara masal.

Sumber : Berita8.ComTanggal 19 May 2008

PROFIL SEKOLAH

•June 16, 2008 • Leave a Comment

Hai sobat muda, kali ini dalam blog kami tampilkan beberapa profile sekolah yang tergabung dalam MyClub. Mungkin bagi sobat yang mau menambahkan profil sekolah yang dianggap kurang silahkan kirim ke kami di E Mail : myclub08@yahoo.com .

PROFIL SMK NEGERI 41 JAKARTA

Data Sekolah

Nama Sekolah

: SMK Negeri 41 Jakarta

Alamat

: Jl. Margasatwa, Komplek Timah, Pondok Labu ,

Kota Madya

: Jakarta Selatan

Propinsi

: DKI Jakarta

Status

: Negeri

Nomor Identitas Sekolah

: –

Nomor Statistik Sekolah (NSS)

: –

No.Telefon/ Fax

: 021- 7512190 , Fax. +62-021-75904052

Kode Pos

: 12450

PROGRAM KEAHLIAN YANG ADA

Akuntansi

Akuntansi, memiliki ketrampilan :

1. Komputer Akuntansi
2. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris
3. Membuat Laporan Keuangan
4. Mengelola biaya produksi
5. Perpajakan
6. Kewirausahaan

Administrasi Perkantoran

Administrasi Perkantoran, memiliki kemampuan :

1. Korespondensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
2. Komputer
3. Kesekretarisan
4. Stenografi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
5. Percakapan Bahasa Inggris
6. Performance (Penampilan)

Penjualan

Penjualan, memilik ketrampilan :

1. Pelayanan Prima
2. Komunikasi dalam Bahasa Inggris
3. Kas Register
4. Komputer Bisnis
5. SPG (Sales Promotion Girl)
6. Bahasa Inggris Niaga
7. Marketing

Multimedia

Multimedia, memiliki ketrampilan :

1. Komunikasi Bahasa Inggris
2. Disain Ilustrasi
3. Disain Pengolahan foto
4. Animasi 2D
5. Animasi 3D
6. mWeb Design

Selengkapnya …

PROFIL SMK NEGERI 20 JAKARTA

Data Sekolah

Nama Sekolah

: SMK Negeri 20 Jakarta

Alamat

: Jl. Maritim Cilandak

Kota Madya

: Jakarta Selatan

Propinsi

: DKI Jakarta

Status

: Negeri

Kode Pos

: 12430

PROGRAM KEAHLIAN YANG ADA

SMK Negeri 20 Jakarta memiliki 2 kelas dan 90 siswa dengan 2 program studi; Program Akuntansi dan Ketatausahaan. Selama kurun waktu 38 tahun pengabdiannya, kini berkembang menjadi 22 kelas dengan 4 program keahlian Yaitu :

1. Program Keahlian Akuntansi

2. Program Keahlian Administrasi Perkantoran

3. Program Keahlian Penjualan

4. Program Keahlian Perbankan Syariah

Selengkapnya …

PROFIL SMA NEGERI 66 JAKARTA

Data Sekolah

Nama Sekolah

: SMA Negeri 66 Jakarta

Alamat

: Jalan Bango 3 Pondok Labu,Cilandak,

Kota Madya

: Jakarta Selatan

Propinsi

: DKI Jakarta

Status

: Negeri

Nomor Identitas Sekolah

: 3 0 0 2 3

Nomor Statistik Sekolah (NSS)

: 3 0 1 0 1 6 3 0 7 0 6 8

No.Telefon/ Fax

: (021) 7691403 (fax) 75912283

Kode Pos

: 124

SK Terakhir Status Sekolah

: No. 2020 / 1981 tgl. 16 juli 1981

Selengkapnya …

Pemuda dan Perubahan

•June 6, 2008 • Leave a Comment

Continue reading ‘Pemuda dan Perubahan’

Setetes Air

•June 6, 2008 • Leave a Comment

AirSeorang manusia sama seperti layaknya setetes air. Setetes air begitu kecilnya. Kalau dijatuhkan di tengah lautan, kita tidak akan tahu bahwa tetesan itu memang ada. Tetapi laut terbuat dari kumpulan tetesan air. Manusia juga seperti itu. Saya mengerti kamu akan berpikir, ‘Perbedaan apa yang dapat dibuat oleh satu orang’. Tetapi dunia ini terdiri dari banyak manusia, satu per satu. Pikirkanlah. Setiap kehidupan memiliki arti tertentu. Setiap kehidupan berharga pada dirinya sendiri.

Aku menyadari perbedaan besar antara manusia dengan air : setetes air sama dengan tetesan berikutnya, tapi sifat manusia masing-masing berbeda.

Hidup itu berharga, tiap orang saling membutuhkan.

Ada begitu banyak kemungkinan, tetapi ketika kamu memikirkannya, kamu pasti akan menyadari sesuatu yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Itulah satu-satunya hal yang paling berharga bagi kamu.

(Dikutip dari buku : No One’s Perfect, Hirotada Ototake)